Sore Tugu Pancoran

Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan Tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu

Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

2 Tanggapan ke “Sore Tugu Pancoran”

  1. blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Masihkah Anda Membaca Koran Cetak? Berkata:

    [...] online, tiga dasawarsa lalu. Di simpang jalan Tugu Pancoran, tunggu pembeli jajakan koran, kata Iwan Fals tahun [...]

  2. pengabdi Berkata:

    Thanks untuk koleksi lagu-lagu Bang Iwan.

    Oh ya, baca juga info tentang Bang Iwan ketika menggunakan nama Budi dalam lagu ini. Siapa Budi? Baca di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/03/16/sisi-lain-iwan-fals-musisi-orang-arab-karateka-dan-iv/

Tinggalkan Balasan