Mabuk Cinta

September 1, 2007

Pagi ini ayamku berkokok keras sekali
Seperti memaki bangunkan aku dari mimpi

Hari ini pacarku yang cantik telah kembali
Melelehkan hatiku yang selama ini mati suri

Aku bahagia (Sekali lagi ku jatuh cinta)
Hari istimewa (Karena kau kembali percaya padaku)

Hari ini aku bahagia (kau kembali)
Hari ini aku bahagia (jatuh cinta lagi)

Wangi bunga hangat mentari
Semua jelas kurasakan asik sekali
Rasa benci sakit hati
Terbang menghilang jauh pergi

Aku bahagia (Denganmu lagi ku jatuh cinta)
Hari istimewa (Karena kau kembali percaya padaku)

Hari ini aku bahagia (kau kembali)
Hari ini aku bahagia (jatuh cinta lagi)

Jika aku tahu dari dulu saja
Aku tak mau khianati kamu
Jika aku tahu begini rasanya
Aku mau bahagia sampai mati

Hari ini aku bahagia (kau kembali)
Hari ini aku bahagia (jatuh cinta lagi)

Ku mabuk cinta, ku mabuk cinta

Lagi lagi mabuk, lagi lagi cinta

Bolak balik jatuh, bolak balik cinta

Ku mabuk cinta, ku mabuk cinta


Maaf Cintaku

Oktober 25, 2006

Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu

Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu

Mengertilah Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku Aku menggurui kamu

Mengertilah Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku Aku nasehati kamu

Maaf cintaku Aku menggurui kamu

Maaf cintaku Aku nasehati kamu

Maaf cintaku Aku menggurui kamu


Menunggu Ditimbang Malah Muntah

Oktober 25, 2006

Aku bernyanyi di dalam kamar mandi seorang diri
Disamping wastafel di samping kaca
Sambil menghisap kejenuhan

Majalah mingguan tergeletak di keranjang cucian
Gambar dua orang menteri
Sedang jabat tangan sambil tersenyum

Di atas kakus aku terus menulis
Menulis lagu lagu seimbang
Timbang menimbang ditimbang timbang
Timbang menimbang dibuang sayang

Yang paling besar pulang sekolah
Si bapak asyik sendiri
Suara mesin buyarkan maksud
Maksud siapa aku tak tahu

Adzan terdengar gemericik hujan
Mencari teman orang tertawa
Tunggu menunggu ditunggu tunggu
Tunggu menunggu dibuang sayang

Pelan pelan sayang Kalau mulai bosan
Jangan marah marah Nanti cepat mati
Santai sajalah

Seekor nyamuk terbang diatas majalah
Kadang hinggap lalu terbang lagi
Mengitari wajah politikus
Yang entah tersenyum atau sakit gigi

Lampu empat puluh watt
Bertopi pendekar Cina
Tetap saja merendah tidak berubah
Kartu nama seorang teman terlindas asbak

Yos tidur
Galang Cikal tidur

Hari ini ada berita
Polisi mati
Hari ini ada berita
Pembantu dibantai majikannya
Hari ini ada berita
Anak anak membunuh orang tuanya
Hari ini ada berita
Orang tua memperkosa anak anaknya
Hari ini ada berita
Guru guru banyak yang sakit jiwa
Hari ini ada berita
Orang orang kaya takut bangkrut
Hari ini ada berita
Mahasiswa protes
Merah putih cemang cemong
Mau insaf susah
Desa sudah menjadi kota

Burung hantu liar berbunyi terus
Yos bangun
Galang Cikal tidur
Yos tidur lagi

Jangkrik tidak berhenti
Belalang masih bernyanyi
Detik jam belum berhenti
Suara mobil sewenang wenang
Suara pabrik sama saja

Yos tidur
Galang Cikal tidur

Pelan pelan sayang
Kalau mulai bosan
Jangan marah marah
Nanti cepat mati
Santai sajalah


Mata Indah Bola Ping Pong

Oktober 25, 2006

Pria mana yang tak suka senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka mungkin sedang goblok

Engkau baik Engkau cantik
Kau wanita Aku cinta

Mata indah bola ping pong Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai Hidungmu yang aduhai

Engkau baik Engkau cantik
Kau wanita Aku puja

Jangan marah kalau kugoda Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona Agar tak murung dunia

Engkau baik Engkau cantik
Kau wanita Aku cinta

Aku puja Kau betina
Bukan gombal Aku yang gila

Jangan marah kalau kugoda Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona Agar tak murung dunia

Mata indah bola ping pong Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai Hidungmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai Bibirmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai Pipimu yang aduhai

Mata indah bola ping pong Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai Jidatmu yang aduhai