Sumbang

Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menujam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya pasti…

Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Ukh itu soal biasa yang
Singgah di depan mata kita

Lusuhnya kain bendera
Di halaman rumah kita
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan

Banyaknya persoalan yang datang
Tak kenal kasian menyerang dalam gelap
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu

Setan-setan politik kan datang mencekik
Walau dimasa paceklik tetap mencekik

Apakah slamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang ‘tuk menghantam?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan?

Menjilat, menghasut, menindas memperkosa hak-hak sewajarnya

Maling teriak maling sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing-kencing
Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjang
Lalu sibuk mencari kambing hitam

Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak didalam negri yang congkak

Lalu senang dalang tertawa…he…he…he…he…

Satu Balasan ke Sumbang

  1. @zhaka slallu viss mengatakan:

    saya suka lagu ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: