Balada Orang-orang Pedalaman

He . . . . . Ya y a ya he ya ho . . . . . .
He . . . . . Ya y a ya ho ya he . . . . . .

Balada orang-orang pedalaman

He . . . . . Ya y a ya he ya ho . . . . . .
He . . . . . Ya y a ya ho ya he . . . . . .

Di hutan di gunung dan di pesisir

He . . . . . Ya y a ya he ya ho . . . . . .

Manusia yang datang dari kota
Tega bodohi mereka
Lihat tatapannya yang kosong
Tak mengerti apa yang terjadi

He . . . . . Ya y a ya he ya ho . . . . . .

Tak tajam lagi tombak panah dan parang

He . . . . . Ya y a ya he ya ho . . . . . .
He . . . . . Ya y a ya ho ya he . . . . . .

Tak ampuh lagi mata dari sang pawang
Di mana lagi cari hewan buruan
Yang pergi karena senapan
Di mana mencari ranting pohon
Kalau sang pohon tak ada lagi . . . . . .

Pada siapa mereka tanyakan hewannya
Ya . . . . . Pada siapa tanyakan pohonnya

Saudaraku di pedalaman menanti
Sebuah jawaban yang tersimpan di hati
Lewatmu… kembali

Pada orang-orang pedalaman
Yang menari dan menyanyi
Dihalau bising ribuan deru gergaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: