Damai Kami Sepanjang Hari

Oktober 26, 2006

Hangat mentari pagi ini
Antar ku pulang dari bermimpi
Ramah tersenyum matahari
Inginkan aku tuk bernyanyi

Indah pagi ini
Nada sumbang enyahlah kau
Biarkan kami

Perlahan kau bangunkan aku
Antarkan segelas kopi ( kopi susu )
Dengar canda adik adikmu
Inginkan aku segera bersatu

Indah pagi ini
Nada sumbang enyahlah kau
Biarkan kami

Semoga akan tetap abadi
Pagi ini
Pagi esok
Esok hari
Hari nanti

Semoga tak kan pernah berhenti
Canda hari ( pagi )
Canda pagi ( hari )
Damai kami sepanjang hari


Diet

Oktober 26, 2006

Susahnya menghadapi godaan
Mencium harum lezat makanan
Rasanya lidah ingin cicipi
Melihat balado kacang dan teri

Kau lupakan semua aturan
Ahli gizi yang tampan
Resiko soal belakang
Asalkan sang perut kenyang

Delapan puluh dua kilogram
Mengundang mata untuk memandang
Menyesal benci pada sang perut
Sedangkan lapar terus menuntut

Jikalau engkau sadar
Nafsu makan dilawan
Bangun tidur pagi buta
Lincahnya senam irama

Seminggu engkau jalani
Nasehat sang ahli gizi
Namun tak lama berselang
Godaan goyahkan iman

Majalah yang sedang engkau baca
Tawarkan resep gulai buaya
Nikmatnya engkau lama berhayal
Tak tahan kau makan tanpa sesal


Dimana

Oktober 26, 2006

Sempat aku goyah
Sekejap terjatuh
Didalam arungi perjalanan

Pada kelam hari
Akupun bersujud
Nikmati semuanya tanpa tanya

Kucoba selami
Dalamnya samudera
Ikuti gelombang terjang karang

Tetap tak kudapat
Apa yang ku mau
Hanya bimbang yang singgah dera jiwa
Cakar hati
Penat semakin selimuti

Dimana senyummu ?
Yang sanggup memberi rasa damai
Dimana belaimu ?
Yang hangatkan nadiku yang beku

Hampir ku tak kuat
Hampir ku tak mampu
Lewati jalan keringb erdebu

Dahaga meronta
Letihku menggila
Namun jarak masihlah
Teramat jauh

Batinku terapung
Bosan ku melangkah
Engkau tetap saja tak bergeming

Otakku berderak
Lontarkan kecewa
Tak mau percaya yang kau janjikan
Pada waktu
Detak jantung semakin melemah

Dimana senyummu ?
Yang sanggup memberi rasa damai
Dimana belaimu ?
Yang hangatkan nadiku yang beku

Setetes air
Yang kau beri
Kan berarti bagiku

Seulas senyum
Di sisa hari
Kan berarti bagiku


Doa

Oktober 25, 2006

Berjamaah menyebut asma Allah
Saling asah saling asih saling asuh
Berdoalah sambil berusaha
Agar hidup tak jadi sia-sia
Badan sehat jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau hidup berkah penuh gairah
Mudah-mudahan Allah setuju
Inilah lagu pujian nasehat dan pengharapan
Dari hati yang pernah mati
Kini hidup kembali


Di Ujung Abad

Oktober 25, 2006

Cerita kuno tentang peperangan
Diujung abad menghantui setiap orang

Peralihan banyak memakan korban
Sementara segelintir tuan-tuan tertawa girang

Kekuasaan sudah menjadi tuhan
Pengkhianatan adalah panglima perang
Kesetiaan jadi janji murahan
Kisah inilah dongeng tidur bayi-bayiku

Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut
Walau hati panas bahkan terbakar sekalipun

Keluh kesah ini mungkin berguna
Jadikan teman sejati di medan juang
Bisa jadi kita bosan tapi kenyataan
Badai datang tak bosan-bosan

Waspadalah kawan perjuangan masih panjang
Oi .. oi .. oi ..

Cerita kuno tentang peperangan
Di ujung abad menghantui setiap orang
Kesetiaan jadi janji murahan
Kisah inilah dongeng tidur bayi-bayiku


Dendam Damai

Oktober 25, 2006

Tak habis pikir aku tak mengerti
Mengapa ada orang yang senang membunuh
Hanya karena uang semata
Atau demi kuasa dan nama

Bagi kita rakyat biasa
Tak berdaya ditodong senjata
Mencuri hidup yang hanya sekali
Hanya berdoa yang kita bisa

Dendam-dendam celaka
Menghasut kita tak jemu menggoda
Damai-damai dimana
Bersembunyi tak ada wujudnya

Kapan berakhirnya situasi seperti ini
Tidak bisakah kita saling berpelukan

Bukankah indah hidup bersama
Saling berbagi saling menyinta
Terasa hangat sampai ke jiwa
Memancar ke penjuru dunia

Jangan goyah percayalah teman
Perang itu melawan diri sendiri
Selamat datang kemerdekaan
Kalau kita mampu menahan diri

Hanya karena itu semua
Rela hancurkan tanah tercinta


Dalbo

Oktober 25, 2006

Sejak dilahirkan aku tak tahu
Siapa orang tuaku
Aku berpindah dari satu kasih sayang
Kesatu kasih sayang yang lain
Aku hisap air susu
Dari tetek banyak ibu
Merpati terbang melintasi
Membawaku pergi ke masa lalu
Ohhoo …
Ohhoo …
Ohhoo …

Aku tak pernah bertanya
Tentang siapa orang tuaku
Walau aku memang merasakan
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang hilang
Aku bukan anak haram
Aku DALBO anak alam
Aku DALBO anak wayang