Lagu Pemanjat

Oktober 26, 2006

Antara hidup dan mati
Tak kan pernah aku kembali
Niatku sudah terpatri
Antara hidup dan mati

Darah keringat di batu
Terikat tali kehidupan
Rasa takut dan ragu-ragu
Mengundang dewa kematian

Berada di ketinggian
Menjawab segala tekanan
Angin kencang sebagai godaan
Kita harus mampu bertahan

Lagu pemanjat
Bukan lagu orang sekarat
Lagu pemanjat
Lagu orang yang kuat

Lagu pemanjat
Bukan hanya sekedar kuat
Lagu pemanjat
Lagu jiwa yang liat

Dinding dingin tebing terjal
Terus melambai lambaikan tangannya
Memanggil aku untuk tetap memanjati
Kehidupan yang penuh dengan misteri

Sang jari menari
Jangan berhenti
Kupasrahkan diriku
DigenggamanMu

Sang nyali bernyanyi
Di ujung kaki
Kuikhlaskan hidupku
Ya kuikhlaskan

Iklan

Lancar

Oktober 25, 2006

Sejak Palapaku mengorbit ke angkasa
Kemajuan teknologiku semakin menggila
Komunikasipun bertambah mudah
Walau itu jauh di luar kota

Di sana-sini dan di mana-mana
Terlihat berita tentang pembangunan
Terciptalah kini pemerataan
Nah… Bangsaku kini telah dipintu kemajuan

Tinggal semua perlu kesadaran
Jangan kita berpangku tangan
Teruskan hasil perjuangan
Dengan jalan apa saja
Yang pasti kita temukan

Asal jangan pembangunan dijadikan korban
Asal jangan pembangunan hanya untuk si tuan Polan

Asal jangan pembangunan dibuat kesempatan
Asal jangan pembangunan dijadikan korban
Asal jangan pembangunan bikin resah kaum susah
Asal jangan pembangunan bikin mandul hutan gundul
Asal jangan pembangunan bikin gendut kulit perut
Asal jangan pembangunan bikin subur kaum makmur
Asal jangan pembangunan bikin kotor meja kantor
Asal jangan pembangunan buat senang cacing-cacing
Asal jangan pembangunan…


Lonteku

Oktober 20, 2006

Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
Sembunyilah-sembunyi ucapmu…

Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku

Lonteku… terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku… dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok

Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita

Genggam tangan erat-erat kita melangkah